Growing Up Things

Tulisan di Penghujung Tahun

Menulis itu terapi, katanya. Kata-kata itulah yang menjadi alasan kuat untuk tulisan ini akhirnya berhasil dibuat. Yang bilang gitu, orangnya jago banget nulis, tema-temanya saya selalu suka, kreatip sudah pasti, lucu apalagi, maxxxximaaal! (x nya banyak, biar alay) kok malah jadi ngomongin doski ngene -___- Ehm.. sebenernya selain terapi saya juga sedih ngeliat tumblr saya ini. Empunya nengok cuma kalo mau posting aja. Selebihnya wassalam. Suatu hari nanti mudah-mudahan wadah ini bisa terisi terus dengan derasnya, amin ya..biar gak kayak duren, musiman. #okesip (murni ngomong gini karena gak doyan buah durian. You know what i feel lah ya…)

Jadilah tulisan ini dibuat. Hingga huruf kesekian ini pun saya masih mikir mau dibawa kemana hubungan kita..eh salah, mau dibawa ke topik mana tulisan ini maksudnya. Yang jelas sih, bakal banyak ngomongin tentang tahun 2013 yang ajaib nan spektakuler ini (tuh kan, 13 really is my lucky number yo..). Sedikit cerita, tahun ini saya tidak sedikitpun merancang resolusi seperti di tahun-tahun sebelumnya. Tapiiiiii…di tahun ini saya sangat-sangat bersyukur karena, melalui berbagai rencana-Nya, saya berhasil berada pada suatu pencapaian, pada suatu pengalaman “merasakan pertama kalinya”, serta pada suatu pengalaman rasa “merasakan kembali untuk mengerti”, menjadikan tahun ini jauh lebih bermakna. Sok berat sih, padahal mah yang mau ditulis biasa aja. Hehehe. 

Tahun ini mungkin menjadi tahun ter-mobile untuk saya. Ternyata saya masih beruntung dengan menghabiskan hampir 1/3 tahun ini untuk traveling. Dari yang emang niat liburan, sampe yang dilibur-liburin biar bisa tetep jalan-jalan. Semuanya sama, membawa pengalaman rasa. Cieee. Jangan berharap ini cerita tentang ulasan kuliner atau tempat wisata tercozy atau tergaul di Indonesia gitu ya. Berikut ini murni curahan hati sederhana yang subjektif dari perempuan melankolis nan passionate. 

  1. Menjadi pengalaman pertama menyambut pergantian tahun 2013 yang paling wasted karena harus terjebak macet di tengah-tengah jalanan Bandung tanpa rencana yang berarti bersama para ABG-ABG SMA (baca: sepupu saya) gitu. Saya, perempuan 20 tahun (pada saat itu) berhasil dikelabui adek-adek saya. Menjadi berkesan justru karena ke-wasted-annya -_____-

  2. Mengulang tahun di Wonosobo. Pertama kali merayakan pertambahan usia tidak dengan keluarga karena sedang menjalani KKN (Kuliah Kerja Nyata). Waktu itu sebenarnya udah masuk minggu santai karena udah minggu terakhir pengabdian. Jadilah kami melakukan perjalanan panjang bermotor-motor dari Pekalongan ke Wonosobo (destinasi ini dipilih karena menjadi kota asal salah satu anggota kelompok yang paling visit-able). Cuaca berubah ekstrem, dari pantura menuju puncak tertinggi Jawa. Singkat cerita, pagi-pagi saya diceburin ke kolam renang air dingin yang ada di pemandian Kalianget, deket rumah Amy (si tuan rumah). Gak yang laki gak yang cewek sama ganasnya kalo masalah ngerjain ulang tahun. Tapi abis itu dikasih kue tart sih. Hehe. Sekaligus saya diberi keluarga baru dengan hadirnya mereka. Alhamdulillah masih langgeng sampai hari ini.image

  3. Ke Kebun Binatang Ragunan. Kali ini dalam rangka liburan ala-ala backpacker. Backpackeran di Jakarta masih possible ternyata. Akses ke Ragunan kalo ditempuh dengan TransJakarta sangat mudah. HTM ke Ragunannya pun sangat-sangat murah.Lumayan lah buat alternatif hiburan. image

  4. Atas nama K-Popers sejati, saya dan 3 teman saya berhasil ‘mencicipi’ kuliner Korea di sebuah restoran di Lotte Shopping Avenue, Jakarta, lagi. Dengan tekad sebulat wajah saya, berangkatlah kami dengan kesasar-sasar dari Radio Dalam menuju Lotte (daerah KoKas) dengan menumpang Metro Mini, disambung TransJakarta, disambung angkot. Saya jadi pemimpin ekspedisi lho! hebat kan? *udah iyain aja* pas udah makan, sempet beberapa kali bingung dengan banyaknya side-dish yang rasanya aneh-aneh. Dan ternyata, saya gak begitu suka Kimchi, mungkin karena rasa asamnya yang terlalu tajam untuk lambung saya ya :(

  5. Menyelesaikan studi dan menambah gelar di belakang nama (alias menjadi sarjana). Di hari itu, saya kembali melihat kedua orangtua saya duduk berdampingan, dan dengan sumringah-nya sibuk ngerekam anaknya sulungnya diwisuda, nyanyi pula (meskipun not going so well). Untuk pertama kalinya…mereka bersanding dengan bahagia , karena saya.  Entah waktu itu saya sudah terbang ke langit ke berapa saking bahagianya. Diam-diam kemudian saya terus berdoa supaya saya kembali diberi kesempatan untuk menjadi alasan kebahagiaan mereka. Sehat terus yaaa Pa, Ma :)image

  6. Nonton World Tour Concertnya SNSD di Jakarta. Jujur saja saya baru setahun belakangan resmi menjadi SONE. Teracuni oleh beberapa teman dan senior saya, jadilah dengan nekadnya (konsernya diadakan kurang dari seminggu deadline saya menyelesaikan skripsi) berangkat (lagi) ke ibukota untuk melihat 9 Goddess yang turun dari Khayangan :D :D :D. Ini pertama kalinya dalam hidup saya nonton konser internasional. Begitu SNSD muncul dari bawah panggung, saya nangis :D norak emang, biarin deh. Meskipun capek karena one day trip but I’m totally happy. Menjadi fangirl seru juga ternyata :Dimage

  7. Menjalani 3 minggu pertama sebagai sarjana di Banda Aceh, tanah kelahiran saya. Lagi, lagi, dan lagi merasakan banyak pengalaman baru di sini. Menjadi waktu terlama berada di kota ini setelah mereka resmi memilih jalan yang berbeda. Menjadi waktu terlama untuk belajar ikhlas, menerima, dan kemudian jatuh cinta. Sama lelaki ini :)image

Tahun 2014 udah tinggal hitungan jam. Katanya tahun ini tahun bagus buat shio monyet which is itu adalah shio saya. Hahahaha. Aminin aja lah ya. Banyak mimpi-mimpi selanjutnya di tahun itu. Banyak kerja keras-kerja keras selanjutnya yang masih dan akan saya jalani. Termasuk kerja keras untuk menghidupkan tumblr ini lagi. Doakan saja lancar :D 

Annyeong!

billythebrime:

Nude, Neon pastels, and Nebulae. Oh my!

I think I’ve fallen in love with these Nebulae. Obsessed.

Colors Used:

Maybelline Color Show- Canary Cool

China Glaze- Fairy Dust, That’s Shore Bright, Highlight Of My Summer, Too Yacht To Handle, Sun Of A Peach

Color Club- Yum Gum

Finger Paints- Santa’s Magic

GLOW IN THE DARK! OH MY!

Sepenggal Pesan Langsung di Jejaring Sosial

Thank you for telling me i’m the only one, for like….ever? But no, thanks. Not anymore.

Am I Worth?

Hmm baiklah. Jadi begini, beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah quote dari akun twitter @TheLoveStories yang bunyinya begini If you leave someone at least tell them why, because what’s more painful than being abandoned; is knowing you’re not worth an explanation.

Setelah membaca dan freeze di twit tersebut selama beberapa detik dan kemudian melewati desiran-desiran perasaan ingin men-cc-kan twit tersebut ke akun mantan saya hahaha #halah #tapiserius saya jadi menyadari beberapa hal bahwa: yang pertama, sebegitu simpelnya lho cara buat menghargai orang lain, sebegitu gampangnya buat jadi orang yang cukup punya attitude yang baik. Itulah makanya kenapa kita penting buat belajar ilmu komunikasi dasar, ya kan? (malah promosi jurusan sendiri). Saya tau sih, ngomong itu gak gampang. Wong saya aja kadang masih a-i-u-e-o kalo suruh ngomong di depan umum. Tapi ini kan bukan di depan umum, ini kan ngomong sama orang yang (mungkin) (dulunya) (atau masih) kita sayang. The truth is the truth, segimanapun paitnya kan tetep kudu diomongin juga, dan sekali lagi, siapapun berhak untuk mendapat penjelasan.

Lalu yang ke duanya apa? yang ke duanya adalah ternyata saya sama bodohnya dengan keledai karena sudah terjebak dengan situasi di atas sebanyak dua kali, dengan orang yang sama pula hahaha :D

Selamat malam~

“Setidaknya ada tiga hak seorang anak atas ayahnya: Dipilihkan Ibu yang baik, diberikan nama yang baik, dan diajarkan Al Quran”

Umar bin Khattab ra

untuk para perempuan, agar menjadi ibu yang baik

untuk para lelaki, agar mencari perempuan yang bisa menjadi ibu yang baik

(via urfaqurrotaainy)

(via beeaspelangi)

Again?

(Source: Spotify)

Tae-Ti-Yoo-Soo-Hyo 

Tae-Ti-Yoo-Soo-Hyo 

(Source: lovebiasbr, via snsd)

“Dadaku adalah rumah, bagi setiap debar rindu yang menghantam dadamu. Tiada kembali yang akan kutolak, karena senyummu adalah kunci dan hatiku selalu menunggu untuk dibuka lagi.”
“A good laugh and a long sleep are the two best cures for anything.”
— Irish proverb (via rainydaysandblankets)

(Source: iheartloons, via bongooukeh)

25 Things To Do Before You Turn 25

1. Make peace with your parents. Whether you finally recognize that they actually have your best interests in mind or you forgive them for being flawed human beings, you can’t happily enter adulthood with that familial brand of resentment.

2. Kiss someone you think is out of your league; kiss models and med students and entrepreneurs with part-time lives in Dubai and don’t worry about if they’re going to call you afterward.

3. Minimize your passivity.

4. Work a service job to gain some understanding of how tipping works, how to keep your cool around assholes, how a few kind words can change someone’s day.

5. Recognize freedom as a 5:30 a.m. trip to the diner with a bunch of strangers you’ve just met.

6. Try not to beat yourself up over having obtained a ‘useless’ Bachelor’s Degree. Debt is hell, and things didn’t pan out quite like you expected, but you did get to go to college, and having a degree isn’t the worst thing in the world to have. We will figure this mess out, I think, probably; the point is you’re not worth less just because there hasn’t been an immediate pay off for going to school. Be patient, work with what you have, and remember that a lot of us are in this together.

7. If you’re employed in any capacity, open a savings account. You never know when you might be unemployed or in desperate need of getting away for a few days. Even $10 a week is $520 more a year than you would’ve had otherwise.

8. Make a habit of going outside, enjoying the light, relearning your friends, forgetting the internet.

9. Go on a 4-day, brunch-fueled bender.

10. Start a relationship with your crush by telling them that you want them. Directly. Like, look them in the face and say it to them. Say, I want you. I want to be with you.

11. Learn to say ‘no’ — to yourself. Don’t keep wearing high heels if you hate them; don’t keep smoking if you’re disgusted by the way you smell the morning after; stop wasting entire days on your couch if you’re going to complain about missing the sun.

12. Take time to revisit the places that made you who you are: the apartment you grew up in, your middle school, your hometown. These places may or may not be here forever; you definitely won’t be.

13. Find a hobby that makes being alone feel lovely and empowering and like something to look forward to.

14. Think you know yourself until you meet someone better than you.

15. Forget who you are, what your priorities are, and how a person should be.

16. Identify your fears and instead of letting them dictate your every move, find and talk to people who have overcome them. Don’t settle for experiencing .000002% of what the world has to offer because you’re afraid of getting on a plane.

17. Make a habit of cleaning up and letting go. Just because it fit at one point doesn’t mean you need to keep it forever — whether ‘it’ is your favorite pair of pants or your ex.

18. Stop hating yourself.

19. Go out and watch that movie, read that book, listen to that band you already lied about watching, reading, listening to.

20. Take advantage of health insurance while you have it.

21. Make a habit of telling people how you feel, whether it means writing a gushing fan-girl email to someone whose work you love or telling your boss why you deserve a raise.

22. Date someone who says, “I love you” first.

23. Leave the country under the premise of “finding yourself.” This will be unsuccessful. Places do not change people. Instead, do a lot of solo drinking, read a lot of books, have sex in dirty hostels, and come home when you start to miss it.

24. Suck it up and buy a Macbook Pro.

25. Quit that job that’s making you miserable, end the relationship that makes you act like a lunatic, lose the friend whose sole purpose in life is making you feel like you’re perpetually on the verge of vomiting. You’re young, you’re resilient, there are other jobs and relationships and friends if you’re patient and open.

January Nelson, 06/25/12 (via pale-afternoon)

Well actually….that’s what I called GROWING UP! :D

(Source: thoughtcatalog.com, via beeaspelangi)